Sering terdengar di telinga kita sebuah ungkapan UNTUK MERAIH SESUATU DENGAN MENGHALALKAN SEGALA CARA, dan ungkapan inilah yang cocok untuk memberikan komentar akan adanya Fatwa Haram Golput MUI.
kenapa mesti takut dengan fatwa tersebut?karena fatwa ini adalah bersifat politik, seharusnya masyarakat islam bertanya kepada MUI, adakah dalil yang dipakai untuk sandaran fatwa tersebut, dalil dari al qur’an dan sunnah, pertanyaan selanjutnya: adakah dalil untuk kemaslahatan berhukum kepada hukum selain hukum Allah ta’ala? padahal Allah ta’ala berfirman:
Barangsiapa yang berhukum kepada selain hukum Allah maka mereka telah kafir(murtad keluar dari Islam) (QS. Al Maidah:87)
jika demikian maka fatwa MUI ini adalah BATIL
pertanyaan selanjutnya: Apakah ada jaminan kebaikan dunia akherat jika tidak golput dalam pemilu yang sistemnya adalah DEMOKRASI yang notebenenya adalah buatan kafir barat?
banyak voting yang digelar (Hasilnya selalu lebih dari 50%) tentang hukum yang tepat untuk indonesia adalah berhukum seperti kebanyakan masyarakatnya yaitu ISLAM/Syari’at islam
jika AMERIKA menggunakan hukum dengan mayoritas masyarakatnya yang liberal dan bebas dalam segala hal, kenapa Indonesia dalam hal ini tidak mengekor kepadanya, yaitu menggunakan hukum mayoritas rakyat Indonesia yaitu ISLAM.
orang yang pandai adalah orang yang tidak terperosok dua kali ke lobang yang sama
kalau sudah sekian lama dan sudah bertahun-tahun kita bangsa ini menggunakan DEMOKRASI dan tidak kemakmuran dan kedamaian serta kesejahteraan tak kunjung datang KENAPA HARUS DI PERTAHANKAN.
ISLAM harga mati
Semua orang yang berakal pasti sepakat bahwa persatuan itu sangat penting dan dibutuhkan oleh umat yang menginginkan kemenengan. Sungguh, syari’at telah memperhatikan hal itu dan bagaimana menjaganya.


Seseorang yang ditaqdirkan oleh Allah menjadi orang yang lemah, baik itu karena badannya tidak kuat dan sering sakit-sakitan, atau karena miskin tidak punya harta, ataupun karena menjadi wong cilik dan rakyat biasa, hendaknya tidak perlu mlinder dan malu, serta merasa rendah. Karena Allah-lah yang telah menentukan keadaannya demikian. Yang terpenting baginya adalah berusaha sekuat tenaga untuk beribadah kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Itulah hakikat ketaqwaan. Kalau dia berusaha selalu istiqomah di dalam ketaqwaan tersebut, niscaya kedudukannya menjadi mulia di sisi Allah, walaupun di dunia ini tidak dihargai oleh manusia. Orang –orang yang lemah , tetapi tetap istiqomah dengan ketaqwaan-nya tersebut ternyata mempunyai kelebihan-kelebihan yang diberikan Allah kepada mereka . Diantara kelebihan- kelebihan tersebut adalah :
Umar Aziz
lahir di Sukoharjo 1984.
Pendidikan: TK (1991), SD Negeri Palur 06 (1997), SLTP Muhammadiyah 1 Surakarta (2000), Ponpes Islam Darusy Syahadah (2004) saat ini masih menyelesaikan program S1 Di Ma'had Aly (Pesantren Tinggi) An-Nuur Surakarta, Jurusan Studi Islam Bidang Akidah.
Aktivitas:
1. Kuliyah
2. Penerjemah di salah satu penerbit di Solo
3. Menulis.
4. Pembisnis (Masih tahap perintisan) he..he..
Kontak Person : omaraz3z@yahoo.com


