Oleh: umarazez | Agustus 10, 2008

Ryan, Sang Pelaku Mutilasi asal Jombang “Mengaji” di Ustad FPI

Ryan, pengidap kelainan seksual asal Jombang yang dituduh telah membunuh secara berantai, dikabarkan telah “mengaji” di salah seorang ustad FPI

Hidayatullah.com–Verry Idam Henyansyah alias Ryan, tersangka kasus pembunuhan berantai asal Jombang, kini mulai rajin shalat dan dikabarkan tengah “mengaji” di salah seorang ustad Front Pembela Islam (FPI).

Pengidap homoseksual ini kini tengah mendapatkan pembinaan agama Islam oleh seorang ustad FPI, Machsuni Kaloko.

Machsuni Kaloko adalah terdakwah kasus penyerangan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Februari silam. Machsuni Kaloko sendiri, divonis lima bulan lima belas hari penjara oleh majelis hakim. Ia dinyatakan menghasut massa FPI yang saat itu tengah berunjuk rasa terkait pemuatan karikatur Nabi Muhammad S.A.W. Machsuni ditahan sejak 21 Februari 2006 di Polda Metro Jaya.

Pembinaan terhadap “jagal Jombang” ini berdasarkan perintah Pimpinan FPI, Habib Mohammad Rizieq Shihab.

“Habib Rizieq instruksikan ustad Machsuni Kalolo, Panglima Laskar Pembela Islam, yang sedang ditahan di Polda sejak 2 bulan lalu, sebagai pembimbing rohani Ryan, “ demikian ujar Rudi, Humas FPI dalam sms nya yang dikirimkan ke http://www.hidayatullah.com.

“Kini, Ryan telah bersedia shalat 5 waktu, shalat tahajud bersama ustad Machsuni, ikut pengajian rutin Habib Rizieq di Rutan Polda, “ tambah Rudi.

Selain itu, ustad Machsuni juga mengajak Ryan untuk meminta maaf kepada seluruh keluarga korban serta mengungkap korban-korban lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: