Oleh: umarazez | Agustus 18, 2008

Tukang Ramal Bergentayangan di TV

Seperti suatu trend, kita melihat di TV bahwa benyak bermunculan tukang ramal. Menawarkan solusi hidup dengan mengetahui apa yang akan terjadi. Dan saya yakin, dengan melihat seringnya mereka muncul di TV baik dalam acara khusus maupun iklan, menunjukan bahwa peminat atau penggemar ramalan sangat banyak sehingga menjadi lahan bisnis yang menguntungkan. Jika tidak menguntungkan, harusnya mereka sudah berhenti. Atau ada orang yang mendanai?

Jadi Optimis Sekarang Juga!

Hal ini menggambarkan kondisi masyarakat yang masih percaya atau menjadi percaya akan ramal meramal. Apakah ini gambaran keputus asaan di tengah kesulitan hidup? Saya belum menyelidikan apa penyebabnya, yang jelas setahu saya hal ini adalah salah. Berikut saya kutipkan pembahasan tentang ramalan oleh Dr Yusuf Qaradhawi dalam buku beliah Halal dan Haram.

Islam tidak membatasi dosa hanya kepada tukang tenung dan pendusta saja, tetapi seluruh orang yang datang dan bertanya serta membenarkan ramalan dan kesesatan mereka itu akan bersekutu dalam dosa. Sebagaimana sabda Nabi s.a.w.:

Barangsiapa datang ke tempat juru ramal, kemudian bertanya tentang sesuatu dan membenarkan apa yang dikatakan, maka sembahyangnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (Riwayat Muslim)

Dan sabdanya pula:
Barangsiapa datang ke tempat tukang tenung, kemudian mempercayai apa yang dikatakan, maka sungguh dia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad s.a.w.” (Riwayat Bazzar dengan sanad yang baik dan kuat)

Wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad itu mengatakan, bahwa hanya Allahlah yang mengetahui perkara ghaib, sedang Muhammad sendiri tidak mengetahuinya, apalagi orang lain.
Firman Allah:
Katakanlah! Saya tidak berkata kepadamu, bahwa saya mempunyai perbendaharaan Allah, dan saya tidak dapat mengetahui perkara ghaib, dan saya tidak berkata kepadamu bahwa saya adalah malaikat, tetapi saya hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.” (al-An’am: 50)

Kalau seorang muslim telah mengetahui persoalan ini dari al-Quran yang telah menyatakan begitu jelas, kemudian dia percaya, bahwa sementara manusia ada yang dapat menyingkap tabir qadar, dan mengetahui seluruh rahasia yang tersembunyi, maka berarti telah kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w.

Marilah kita bentengi anak-anak dan keluarga kita dari hal-hal maksiat yang bisa merusak akidah dan akhlaq mereka. Jangan sampai anak-anak kita menyangka bahwa ramal meramal adalah sesuatu yang diperbolehkan atau menjadi hal biasa. Kita sudah mendapatkan tantangan besar dalam melawan para pemamer aurat, ditambah dengan ramal meramal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: