Oleh: umarazez | Desember 12, 2008

Enaknya makan bangkai (Ghibah-Bag. 1)

Enaknya makan bangkai

lidahRating tayangan berita TV yang paling banyak digemari oleh para penonton adalah berita-berita infotainment yang memuat gossip, berita-berita yang membicarakan kejelekan orang lain, kasak kusuk orang lain yang secara tidak sadar makin memperumit permasalahan orang lain dan merusak rumah tangga orang lain. Mereka (peng-acara dan orang yang menonton dan mendengar) telah masuk ke dalam perkara ghibah secara masal akan tetapi mereka tidak sadar..mereka telah melakukan grumpi secara beramai-ramai.

Pengertian ghibah

Ghibah adalah kata dasar dari ightiyab yang berasal dari kata ghin-ya-ba yang menunjukkan penutupan suatu pandangan.

Secara etimologi adalah sesuatu yang terjadi di kalangan manusia dan di sebutkan demikian karena ia tidak dikatakan, kecuali saat ia tidak berada di situ. Seorang disebut melakukan ghibah, apabila hal yang diperbincangkan memang terjadi. Dan, ia membicarakannya saat ia tidak berada ditempat, menyebutkan keburukannya, atau yang membuat orang yang dibicarakan sedih jika mendengarnya. Jika yang dikatakan benar, makaa itu ghibah. Namun jika berdusta, maka ia adalah tuduhan.

Secara terminologi adalah menceritakan tentang seseorang yang tidak berada di tempat dengan sesuatu yang dibencinya baik menyebutkan aib badannya, keturunanya, akhlaknya, perbuatannya, urusan agamanya, ataupun urusan dunianya. Sampai meskipun yang kau sebutkan hanyalah sesuatu yang tidak disukaiya dari pakaiaanya.

Pada suatu hari, Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bertanya kepada para sahabatnya tentang ghibah. Beliau bersabda,

Tahukan kalian apakah ghibah itu?” mereka menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Engkau menyebutkan tentang saudara kalian apa yang tidak disukainya.” Ada yang berkata, “Bagaimana pendapat anda jika yang aku katakan itu benar?” beliau menjawab, “jika yang kamu kataka itu benar adanya berarti engkau telah berbuat ghibah padanya, namun jika perkataanmu tidak benar berarti engkau telah menuduhnya.” (HR. Muslim)

Maksud dari menuduhnya adalah engkau telah mengada-ada maupun berbuat kedustaan padanya.

Hukum ghibah

Para ulama menganggap bahwa ghibah termasuk dosa besar. Mereka mengatakan, “Barangsiapa yang mengghiah seseorang, maka ia harus bertaubat kepada Allah ta’ala.

Maka tidak boleh agi seorang muslim melakukan ghîbah terhadap saudaranya, atau menyebutkan sesuatu yang dibencinya, berdasarkan firman Allah ta’ala:

dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian sebagian yang lain. Sekakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Allah telah menyerupakan ghihah dengan memakan bangkai mayat karena mamakannya adalah haram dan jijik

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

Allah hanya membuat permisalah ini terhadap ghîbah, karena memakan daging mayat adalah haram dan menjijikkan. Begitu pula halnya dengan ghîbah, haram hukumnya dalam agama dan dianggap buruk oleh jiwa manusia.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda, “Setiap muslim atas muslim yang lain adalah haram darah, kehormatan dan hartanya.” (HR. Muslim)

Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam juga bersabda dalam khutbah wada’, “Sesungguhnya darah-darah kalian, harta beda kalian dan kehormatan kalian adalah haram sebagaimana haramnya kalian pada hari ini, dibulan kalian ini dan di negeri kalian ini.” (Muttafaq ‘alaihi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: