Oleh: umarazez | Desember 12, 2008

Se-ekor burung masuk dalam keranda Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma

kerandaTatkala ketiga orang muslim yang diduga kasus terorisme- Akh. Imam Samudra, Ustadz Muklas dan Akh. Amrozi- dieksekusi ketiganya telah menghadap Allah ta’ala, tatkala prosesi pemakaman terjadi hal-hal yang sangat “aneh” seperti adanya tiga burung yang berputar-putar di atas rumah Amrozi/Ustadz Mukhlas yang tidak pergi dengan teriakan para takziyah yang hadir pada waktu itu, adanya awan yang membentuk tulisan Allah di langit, adanya bau harum yang keluar dari jasad ke tiga jenazah.

Dengan adanya kejadian seperti ini banyak komentar-komentar baik positif maupun negatif.. mereka yang positif dalam berkomentar tidak masalah, sedangkan mereka-mereka yang berkomentar negatif ini yang dangat disayangkan,,,

sekiranya mereka yang berkomentar ini adalah orang-orang awam yang tidak mengetahui ilmu maka tidak jadi soal..akan tetapi yang jadi masalah adalah mereka-mereka yang berkomentar ini adalah orang-orang yang dhahirnya memiliki ilmu dan seorang yang kokoh di dalam agamanya…

pertanyaannya kenapa mereka sampai hati berkomentar dengan komentar yang pedas bagi orang yang mendengarnya…?Tidak adakan khusnudhon dalam diri mereka terhadap mereka-mereka (Tiga terpidana) yang secara dhahirnya adalah muslim yang taat..bukankah kita menghukumi seseorang dengan dhahirnya…?Kenapa mereka cepat sekali menta’yin -vonis- mereka dengan vonis yang tidak mengenakkan..?Sudah hilangkah rasa persaudaraan mereka dan mereka beralik kepada ta’ashub golongan mereka saja…?

apabila mereka mengatakan bahwa kejadian ini adalah kejadian yang kebetulan dan hayalah takhayul saja,… maka marilah kita simak apa yang telah ditulis oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya:

Ibnu Katsir menghadirkan sebuah kisah kejadian tatkala pemakamam Ibnu Abbas, tatkala menafsirkan ayat :

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (*) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (*) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (*) وَادْخُلِي جَنَّتِي(*)

Dari Sa’id bin Jubair Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Ibnu Abbas meninggal di Thaif, tiba-tiba datang seekor burung yang keindahannya belum pernah terlihat, kemudian (burung tersebut-penulis) masuk ke kedalam keranda jenazah dan tidak terlihat keluar darinya, tatkala jenazah beliau dikuburkan, tiba-tiba terdengar lantunan ayat

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (*) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (*) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (*) وَادْخُلِي جَنَّتِي(*)

Dari tepi kuburnya yang tidak diketahui siapa yang melantunkannya (HR. Ath Thabrani)Tafsir Ibnu Katsir : 4/464

Apakah yang demikian ini adalah suatu kebetulan atau juga mereka akan mengatakan hal ini adalah TAKHAYUL?, Sungguh mereka tidak jujur dengan apa yang dia yakini (dien Al Islam), sungguh dalam hati mereka terdapat penyakit yang dengannya Allah menutup hati-hati mereka dari kebenaran..na’udzubillah min dzalik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: