Oleh: umarazez | Desember 12, 2008

Tanda-tanda khusnul khatimah

bungaAl ‘Alamah Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin di dalam k <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Al ‘Alamah Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin di dalam kitabnya “Kaifa Taghsilu Mayyitan” beliau menyebutkan di dalam tanbih (peringatan) nya, pada point yang kedua: disunnahkan bagi orang yang melihat tanda-tanda khusnul khatimah –seperti wajahnya yang putih bersih dan cerah, telunjuknya mengisyaratkan tasyahud, atau yang lainnya-hendaknya mengabarkannya kepada banyak orang terutama kepada keluarganya, sehingga ia memperbanyak doa dan kasih sayang baginya, sebagai nasehat dan pelajaran bagi banyak orang serta agar amalannya sebelum meninggal dijadikan ikutan, karena hal tersebut akan menjadikannya (orang yang mengerjakannya) tanda-tanda yang mengarah kepada khusnul khatimah.-Kaifa Taghsilu Mayyitan, hal: 39-Al Maktabah Asy Syamilah.

Muhammad bin Abdul Aziz al Musnad menyebutkan di dalam kitabnya “Al Lahadzât Al Hâsimah“: Tanda-tanda khusnul khatimah itu banyak, saya sebutkan, di antaranya:

  1. mengucapkan kalimat tauhid lâ ilâha illallâh tatkala meninggal. Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang akhir ucapannya lâ ilâha illallâh niscaya ia pasti masuk Jannah. (HR. Ahmad, Abu Daud, Hakim, dari Mu’adz dan dishahihkan oleh Al Albani)

  2. Meninggal dunia pada malam jum’at atau siangnya, Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Tidaklah seorang muslim yang meninggal dunia pada hari jum’at, atau malam jum’at kecuali Allah ta’ala pasti akan melindunginya dari fitnah kubur (HR. Ahmad di dalam musnadnya nomor: 6582, Tirmidzi di dalam kitabnya Al Janaiz bab Fîman yamûtu yaumal jum’ah)

  3. meninggal dengan kening berkeringat. Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang mukmin meninggal dengan kening berkeringat. (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’I, Ibnu Majah dan Hakim. Dan dishahihkan oleh Al Albani)

  4. Meninggal dunia karena tertimpa salah satu dari penyakit wabah disertai dengan kesabaran dan anggapan kebaikan, seperti penyekit thâun, TBC, Radang selaput dada dan lain sebagainya.

  5. Wanita yang meninggal dunia karena habis melahirkan. Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “

  6. Adanya bau semerbak harum, yaitu arima harum yang keluar dari jasad si mayyit yang di rasakan oleh orang-orang di sekitarnya, dan ini banyak sebagaimana yang keluar dari jasad para syuhada’, lebih-lebih para syuhada’ perang.

  7. Pujian dan sanjungan setelah meninggal. Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam melewati jenazah, kemudian (para shahabatpenulis) memuji kebaikannya, kemudian Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ia wajib (yaitu mendapatkan Al Jannah), kemudian beliau melanjutkan, “Kalian semua adalah saksi Allah di dunia”. (HR.

  8. Terlihat pembawaan jasadnya tenang saat nyawanya keluar, seperti orang yang melihat burung-burung putih nan indah, taman-taman yang hijau dan pemandangan yang memikat hati yang tidak terlihat oleh orang-orang di sekitarnya. Dan ini terjadi pada beberapa orang shalih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: