Oleh: umarazez | Februari 14, 2009

Berobat Dengan Barang-Barang Haram

drug-cocktailDaruratnya berobat yaitu jika sembuhnya suatu penyakit hanya pada saat mengkonsumsi barang-barang yang diharamkan tadi. Dalam hal ini ulama fikih berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang berpendapat berobat itu tidak dianggap sebagai darurat (yang diperbolehkan menggunakan barang-barang yang haram) yang sangatmemaksa seperti halnya makan. Pendapat ini didasarkan pada sebuah hadits Nabi yang mengatakan,

“sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan dengan sesuatu yang Ia haramkan atas kamu (HR. Bukhari)

Sementara mereka ada juga yang menganggap keadaan seperti itu sebagai keadaan darurat, sehingga berobat itu dianggap seperti makan, dengan alas an behwa kedua-duanya itu sebagai keharusan demi kelangsungan hidup. Dalil yang dipakai oleh golongan yang membolehkan makan haram karena berobat yang sangat memaksakan itu, ialah hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang berhubungan dengan izin beliau untuk memakai sutera kepada Abdurrahman bin Auf dan Zubair bin Awwam yang justru karena penyakit yang diderita kedua orang tersebut, padahal memakai sutera pada dasarnya adalah terlarang dan diancam.

Barangkali pendapat inilah yang lebih mendekati kepada jiwa islam yang selalu melindungi kehidupan manusia dalam seluruh perundang-undangan dan ajarannya.

Tetapi keringanan atau rukhsahah dalam menggunakan obat yang haram harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. terdapat bahaya yang mengancam kehidupan manusia jika tidak berobat (akan menyebabkan kematian).

2. Tidak ada obat lain yang halal sebagai ganti obat yang haram tersebur.

3. Adanya sesuatu pernyataan dari seorang dokter muslim yang dapat dipercaya, baik pemeriksaannya maupun agamanya.

Kami katakana demikian sesuai dengan apa yang kami ketahui. Dari hasil penyelidikan dokter-dokter yang terpercaya, bahwa tidak ada darurat yang membolehkan makan barang-barang yanhg haram seperti obat. Tetapi kami menetapkan suatu prinsip di atas adalah sekedar ikhtiyat (sikap kehati-hatian) yang sangat berguna bagi setiap muslim, yang kadang-kadang dia berada di suatu tempat yang di situ tidak ada obat kecuali benda haram.

(Halal dan Haram dalam islam/Dr. Yusuf Qardhawi)

Iklan

Responses

  1. apik..terus..do semangat….

    http://lembucinta.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: