Oleh: umarazez | Januari 6, 2009

Tank Israel tembak teman sendiri

Insiden salah tembak mewarnai agresi militer Israel ke Jalur Gaza. Sebuah tank Israel secara tak sengaja menembak posisi pasukannya sendiri, menyebabkan tiga tentara Israel tewas dan 24 tentara lainnya luka-luka.

Juru bicara militer Israel mengakui insiden yang terjadi pada Senin malam di utara Gaza itu. Tentara Israel yang menjadi korban tembakan tank Israel berasal dari kesatuan pasukan elit Israel, Brigade Golani.

“Tiga tentara dari angkatan bersenjata Israel tewas dan satu orang dalam kondisi kritis dan tiga tentara luka berat akibat tembakan dari tank pasukan Israel lainnya dalam operasi di utara Gaza,” kata jubir militer Israel.

“Tank itu menembak sebuah tempat dimana tentara-tentara Israel mengambil posisi. 22 tentara Israel lainnya mengalami luka ringan akibat insiden tersebut,” sambungnya. (ln/prtv)

Iklan
Oleh: umarazez | Desember 27, 2008

Fatwa Haram GOLPUT?Kenapa takut

Sering terdengar di telinga kita sebuah ungkapan UNTUK MERAIH SESUATU DENGAN MENGHALALKAN SEGALA CARA, dan ungkapan inilah yang cocok untuk memberikan komentar akan adanya Fatwa Haram Golput MUI.

muikenapa mesti takut dengan fatwa tersebut?karena fatwa ini adalah bersifat politik, seharusnya masyarakat islam bertanya kepada MUI, adakah dalil yang dipakai untuk sandaran fatwa tersebut, dalil dari al qur’an dan sunnah, pertanyaan selanjutnya: adakah dalil untuk kemaslahatan berhukum kepada hukum selain hukum Allah ta’ala? padahal Allah ta’ala berfirman:

Barangsiapa yang berhukum kepada selain hukum Allah maka mereka telah kafir(murtad keluar dari Islam) (QS. Al Maidah:87)

jika demikian maka fatwa MUI ini adalah BATIL

pertanyaan selanjutnya: Apakah ada jaminan kebaikan dunia akherat jika tidak golput dalam pemilu yang sistemnya adalah DEMOKRASI yang notebenenya adalah buatan kafir barat?

banyak voting yang digelar (Hasilnya selalu lebih dari 50%) tentang hukum yang tepat untuk indonesia adalah berhukum seperti kebanyakan masyarakatnya yaitu ISLAM/Syari’at islam

jika AMERIKA menggunakan hukum dengan mayoritas masyarakatnya yang liberal dan bebas dalam segala hal, kenapa Indonesia dalam hal ini tidak mengekor kepadanya, yaitu menggunakan hukum mayoritas rakyat Indonesia yaitu ISLAM.

orang yang pandai adalah orang yang tidak terperosok dua kali ke lobang yang sama

kalau sudah sekian lama dan sudah bertahun-tahun kita bangsa ini menggunakan DEMOKRASI dan tidak kemakmuran dan kedamaian serta kesejahteraan tak kunjung datang KENAPA HARUS DI PERTAHANKAN.

ISLAM harga mati

Oleh: umarazez | Desember 22, 2008

Pentingnya Menyatukan Barisan

Syaikh Muhammad bin Abdullah Ad-Duwaisy

MIDEAST ISRAEL PALESTINIANS  TOPIXSemua orang yang berakal pasti sepakat bahwa persatuan itu sangat penting dan dibutuhkan oleh umat yang menginginkan kemenengan. Sungguh, syari’at telah memperhatikan hal itu dan bagaimana menjaganya.

Pada akhir-akhir ini, berbagai perselisihan silih berganti. Perselisihan memang sudah kepastian yang akan terjadi pada umat. Tapi, perselisihan yang terjadi sekarang ini sudah melampaui batas sehingga perlu adanya wasiat dan pencerahan terhadap makna persatuan.

Di antara dalil-dalil yang menjelaskan akan pentingnya menyatukan barisan adalah sebagai berikut.

  1. Nash-Nash dari Al-Qur’an

Sungguh Al-Qur’an telah menjaga persatuan umat. Hal ini dijelaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an, di antaranya Allah Azzawajalla berfirman (yang artinya): Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan. Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali-Imran: 102-103). Baca Lanjutannya…

Oleh: umarazez | Desember 22, 2008

PBB Cabut Daftar “Teroris” Nasir Abbas

PBB mencabut daftar “teroris” bekas teman seperjuangan Imam Samudra, Nasir Abbas. Sebelum ini, ia amat dekat dengan polisi

Hidayatullah.com—Sebagaimana dikutip Radio BBC, Nasir Abbas mengatakan telah menerima surat resmi dari PBB bahwa dia bukan lagi seorang “teroris”.

“Pada awalnya memang saya mengajukan permohonan pribadi, lalu mereka menanggapi dan terjadilah proses itu,” katanya.

“Saya kemudian menerima surat resmi pada tanggal 29 September, bahwa secara resmi nama saya sudah dikeluarkan dari daftar ‘teroris’.”

Nasir Abbas menegaskan bahwa dia sudah tidak terlibat lagi dalam aksi-aksi “terorime”. Baca Lanjutannya…

Kasus salah tangkap dan salah tuduh sering terjadi di Indonesia. Bagaimana jika ada seseorang telah dijatuhi hukuman mati dan ternyata keliru? Siapa bertanggung jawab di dunia & akherat?

Hidayatullah.com— Bangsa Indonesia baru-baru ini dikejutkan dengan kasus salah tangkap, salah dakwaan, dan salah vonis oleh penegak hukum. Contoh nyata adalah kasus pembunuhan Moh Asrori, 24, warga Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Jombang, yang terjadi di Jombang, Jawa Timur.

Setelah serangkaian tes, akhirnya temuan terbaru telah mementahkan dan menggugurkan proses hukum kasus tewasnya “Asrori” di Jombang sebelumnya yang memenjarakan Hambali alias Kemat (26), dengan pidana 17 tahun, dan Devid Eko Priyanto (17), yang diganjar hukuman 12 tahun penjara.

Kasus serupa, sebenarnya telah sering terjadi. Kasus yang paling terkenal adalah kasus Sengkon dan Karta tahun 1974. Alkisah, Sengkon dan Karta ditangkap dengan sangkaan merampok dan membunuh pasangan suami istri Sulaiman Siti Haya di Desa Bojongsari, Bekasi. Polisi menyidik kasus ini dan meyakinkan Sengkon-Kartalah pelakunya. Hingga tiga tahun kemudian, kedua petani itu tetap menyangkal tuduhan jaksa. Tapi, Hakim Djurnetty Soetrisno lebih memercayai cerita polisi ketimbang pengakuan kedua terdakwa. Baca Lanjutannya…

Oleh: umarazez | Desember 22, 2008

Makam Mukhlas dan Amrozi

dsc03151_r190x

TENGGULUN (Arrahmah.com) – Seperti yang terlihat dalam gambar, pihak keluarga Ust. Mukhlas dan Amrozi Rahimahullah, membuat pagar di sekeliling makam kedua syuhada tersebut.  Hal ini bukan untuk menyucikan dan menyanjung-nyanjung mereka berdua, tetapi untuk menjaganya dari tindakan melanggar syar’i. Baca Lanjutannya…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori